Bom di Kedubes Australia
Tangisan Histeris Selimuti RSCM
Kamis, 09 Sep 2004 19:12 WIB
Jakarta - Sampai pukul 19.00 WIB, situasi di RSCM masih berselimut duka. Sejumlah orang berdatangan ke RSCM untuk memastikan apakah ada keluarga mereka yang menjadi korban tewas akibat bom di Kedubes Australia. Sejauh ini, memang ada dua jenazah yang belum teridentifikasi yang kini tersimpan di kamar mayat RSCM. Total korban tewas akibat bom ini adalah 6 orang. Dua korban tewas yang belum teridentifikasi itu berjenis kelamin lelaki dan perempuan. Sejauh ini, sejumlah orang yang mengaku kehilangan keluarga, belum bisa memastikan apakah dua orang tewas itu adalah keluarganya.Hanya saja, sekitar pukul 19.05 WIB, ada seorang bapak yang datang ke kamar mayat RSCM. Namun, setelah melihat mayat, seorang bapak itu tampak menangis histeris. Kemungkinan, mayat lelaki yang belum teridentifikasi adalah anaknya. Mayat lelaki itu tampak mengalami luka bakar, hangus. Diduga, korban adalah karyawan BII. Sebelumnya, pada sore tadi, sejumlah karyawan BII telah melihat jenazah lelaki itu. Namun, mereka belum bisa memastikan jenazah, karena wajahnya sudah tidak bisa dikenali. Dengan menangisnya seorang bapak tadi, kemungkinan besar, jenazah itu adalah benar karyawan BII. "Mungkin benar. Bapak tadi kan nangis histeris, betul-betul kehilangan," kata salah seorang karyawan BII yang masih berada di RSCM. Setelah menangis histeris, bapak itu kemudian dibopong keluar dari kamar mayat RSCM dan dibawa ke lantai 1 RSCM untuk ditenangkan. Belum ada keterangan resmi dari RSCM atau aparat mengenai jenazah tersebut.
(asy/)











































