Tolak RUU TNI, Pendemo Semarang Disabet Sangkur Tentara

Tolak RUU TNI, Pendemo Semarang Disabet Sangkur Tentara

- detikNews
Kamis, 09 Sep 2004 18:28 WIB
Semarang - Agaknya semangat korps tentara kita memang sangat besar. Bagaimana tidak, hanya karena didemo puluhan mahasiswa saja seorang anggota Kodim 0733 Semarang menyabet salah satu pendemo dengan sangkur. Untung saja, tak ada luka.Kejadian itu bermula ketika puluhan pendemo yang mengatasnamakan Aliansi Tolak Militer berunjuk rasa di Kodim 0733 Semarang, Jl. Pemuda, Kamis (9/9/2004). Pengusung isu tolak RUU TNI ini, sebelumnya berunjuk rasa di Pasar Johar. Biar lebih pas, mereka pun mendatangi Kodim.Di sana mereka berorasi sambil membawa beberapa poster yang berisi kecaman terhadap TNI. Menurut mereka, RUU TNI tidak diperlukan karena bisa memberi celah pengambilalihan kekuasaan negara atau kudeta. "Tanpa UU saja, ulah TNI sudah sedemikian dominan apalagi jika ada aturan formalnya," kata mereka.Meski sudah menggunakan megaphone dan berteriak sekuatnya, orasi mereka tidak begitu terdengar karena petugas Kodim membunyikan lagu-lagu mars militer. Merasa jengkel, pendemo mendorong-dorong pintu gerbang. Tak tahunya, seorang petugas emosi dan langsung menyabut sangkur dan menyabetkannya ke arah pendemo.Beruntung, beberapa pendemo tahu ulah petugas itu. Mereka segera menghindar. Tapi sial, salah satu pendemo Bagas kalah cepat dengan gerakan petugas tadi. Tangannya lecet tersabet sangkur dan pakaiannya robek. Ia segera bertindak cepat menjauhi petugas itu.Beberapa pendemo segera berteriak-teriak memaki petugas itu. Sambil mundur selangkah demi selangkah, mereka meminta para wartawan mencatatnya. "Tolong itu dicatat. Anggota TNI melukai teman kami. Kami tidak terima," kata mereka beramai-ramai.Setelah mengamankan Bagas, peserta demo lainnya segera meninggalkan Kodim. Sebelumnya, mereka sempat berorasi sebentar tentang insiden tersebut. Menurut mereka kejadian itu membuktikan bahwa TNI belum sepenuhnya bertindak proporsional."Masak, di demo mahasiswa saja, mereka sudah berlaku arogan. Bagaimana nanti jika mereka memimpin negeri ini," demikian umpat pendemo. (nrl/)


Berita Terkait