"Mungkin tidak gampang ini (UU Pilpres) dibicarakan di Setgab, karena masing-masing parpol mengukur kondisi dan capaiannya masing-masing. Partai besar ada yang keukeuh dengan (Presidential Threshold) 20 persen, bahkan ada yang ingin menaikkan menjadi 25 persen, sementara partai menengah menginginkan 3,5 persen," kata Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/10/2012).
Jadi menurut Hidayat, Setgab masih sangat awas terkait pembahasan RUU Pilpres, masih brainstorming karena untuk menyeragamkan seluruh partai dalam Setgab akan kembali pada masing-masing partai yang beragam kondisinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait sikap PKS, ia menegaskan PKS masih konsisten dengan usulan PT sebesar 3,5 persen, atau dalam kata lain sama dengan angka Parliamentary Threshold. Dengan angka itu diharapkan bisa memunculkan capres alternatif.
"Kami lihat dari sisi lain, kami melihat fakta suara yang menginginkan capres alternatif begitu besar, mereka ingin capres alternatif. Maka perlu ruang yang lebih luas yaitu kalau PT tidak sebesar kemarin. Kalau setiap partai bisa mencalonkan (capres), saya kira itu terlalu banyak," tuturnya.
"Jadi (dengan PT 3,5 persen) seluruh partai yang mempunyai wakil di parlemen bisa mencalonkan capres, dan ini kan nggak banyak, paling 9 partai dan itu pun bisa jadi ada gabungan partai politik untuk mengusung capres," imbuhnya.
(/mok)











































