Pesantren Ngruki: Pemerintah Jangan Lagi Cari Kambing Hitam
Kamis, 09 Sep 2004 18:21 WIB
Solo - Selain menyesalkan, Direktur Pesantren Al-Mukmin Ngruki Ustadz Wahyuddin juga berharap pemerintah tidak gegabah mencari kambing hitam dalam bom Kedubes Australia. "Peristiwa yang baru saja terjadi itu merupakan ujian dan cobaan yang kembali harus diterima bangsa Indonesia. Saya berharap seluruh pihak yang berwenang menangani kasus tersebut untuk tidak mencari kambing hitam hanya karena kegagalannya memberikan rasa aman terhadap warganya," ujar Wahyuddin kepada wartawan di Solo, Kamis (9/9/2004).Terlebih lagi kalau upaya mencari kambing hitam itu nanti mengarah atau dihubung-hubungkan dengan Abu Bakar Ba'asyir yang saat ini berada dalam tahanan polisi maka, menurut Wahyuddin, tindakan itu akan menjadi konyol dan sangat lucu.Wahyuddin berpendapat bahwa dilihat dari sudut pandang mana pun aksi pengeboman di depan Kedubes Australia itu tidak dapat dibenarkan. Dia mengatakan pemboman itu tidak jelas sasarannya karena diledakkan di tengah jalan dan pelakunya aksi tidak akan mendapatkan keuntungan apapun dari peristiwa tersebut.Tentang dugaan Menlu Australia Alexander Downer bahwa JI berada di belakang aksi bom tersebut, Wahyuddin menilai sebagai sesuatu yang wajar saja karena memang selama ini Australia selalu berkata demikian setiap mereaksi adanya kekerasan dengan bom."Ya wajar saja kalau Australia menghubung-hubungkannya. Selama selama ini, setiap ada peledakan bom, mereka kan juga selalu mengatakan bahwa Jamaah Islamiyah sebagai pelakunya. Tetapi menurut saya, pernyataan prematur itu tidak perlu ditanggapi terlalu jauh, nanti malah semakin menguntungkan pihak yang memiliki niatan tidak baik," ujar menantu Abdullah Sungkar tersebut. Sekadar diketahui, Kapolri juga telah menyebut anak buah Dr Azahari, pakar bom JI, telah sebagai pelaku bom itu.
(nrl/)











































