Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz mengatakan sikap SBY ditunggu sejak kasus ini bergulir. Terlebih lagi, saat KPK 'diserbu' pada Jumat (7/10) lalu.
"Karena anda presiden, anda harus bertindak. Kita tidak tahu ke mana saja presiden kita kemarin. Beliau masih belum muncul untuk memberi suport pada KPK," kata Donal dalam diskusi di PP Muhammadiyah, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (8/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seharusnya presiden berada di garis terdepan kalau beliau bukan bagian dari masalah," tegasnya.
Bila sikap SBY masih setengah-setengah, Donal mengkhawatirkan terjadinya tarik menarik kepentingan antara SBY dan Polri. Hal ini tentu saja berbahaya bagi perkembangan pemberantasan korupsi.
"Inilah bahayanya bila kepentingan pribadi ditarik menjadi seolah-olah ke institusi," sindir Donal.
"Perlawanan terhadap korupsi hanya dilakukan oleh beberapa orang saja. Ini yang harus kita lawan bersama-sama," sambungnya.
(mad/vit)











































