Sekjen DPR Nining Indrasaleh menuturkan, lorong tersebut diperketat penjagaannya karena merupakan akses sentral dari Gedung Nusantara I ke Gedung Nusantara II DPR. Sementara di kedua ujung lorong tidak ada detektor logam.
"Jadi itu memang harus ada penertiban, dari Nusantara II ke I tidak ada check door, tentu harus ada pengaturan," kata Sekjen DPR, Nining Indrasaleh, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Senin (8/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu misskomunikasi saja dan persepsi saja. Lorong bisa dilewati wartawan dan anggota DPR ber-ID," ujarnya, saat dikonfirmasi terkait perselisihan yang muncul antara pengamanan dalam (Pamdal) DPR dengan sejumlah wartawan siang tadi.
Sebelumnya akses khusus di lingkungan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kian dibatasi. Para tamu kini tak lagi bisa mengakses sebuah lorong penghubung Gedung Nusantara I dan Nusantara II yang kini disulap menjadi lorong khusus anggota. Lorong berlantai marmer cokelat muda selebar 2 meter dan panjang 15 meter lebih tersebut pun sempat steril dari awak media.
(tor/van)











































