Komnas HAM Bentuk Tim Kecil untuk Dalami Kasus Novel

Komnas HAM Bentuk Tim Kecil untuk Dalami Kasus Novel

- detikNews
Senin, 08 Okt 2012 16:49 WIB
Komnas HAM Bentuk Tim Kecil untuk Dalami Kasus Novel
Jakarta - Pertemuan antara tim pembela penyidik KPK Kompol Novel Baswedan dengan Komnas HAM usai sudah. Komnas HAM akan membentuk tim kecil untuk menyelidiki kasus pidana yang dituduhkan kepada Novel.

"Berdasarkan info, pertama kami akan mendalami dalam bentuk penyelidikan terhadap info awal yang diberikan dari kakak Novel, Taufik Baswedan, yakni ada dugaan tekanan," ujar Wakil Ketua Komnas HAM Nurkholis.

Nurkholis mengatakan itu dalam jumpa pers usai menerima tim pembela Novel di Komnas HAM, Jl Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nurkholis mengatakan, pihaknya akan menyelidiki hubungan antara kasus yang dituduhkan pada Novel di tahun 2004 dengan peristiwa yang terjadi di KPK pada Jumat 5 Oktober 2012. Diduga ada kaitannya dengan yang dilakukan Novel saat ini sebagai penyidik kasus korupsi simulator yang menjadikan Irjen Djoko Susilo sebagai tersangka.

Komnas HAM akan membentuk tim kecil untuk mendalami hal itu. Komnas HAM juga akan mencoba bertemu pimpinan KPK dan pimpinan Polri.

"Rencananya tim kecil akan bekerja mulai hari ini," kata Nurkholis.

Tim juga akan mendalami dugaan intimidasi yang dialami keluarga Novel dan penyidik KPK lainnya.

Sementara itu Koordinator Kontras yang juga Ketua Tim Pembela Novel, Haris Azhar, meminta dibuatnya tim independen karena Polri dinilai tidak akan independen dalam menyelidiki kasus yang dituduhkan pada Novel.

"Kami mengusulkan, jangan Polri yang mengusut proses hukum," kata Haris.

Dalam pertemuan itu hadir antara lain investigator Komnas HAM Rima Salim, Komisioner Komnas HAM Ridha Saleh, dan Kepala Bagian Administrasi Pelayanan Pengaduan Komnas HAM Eko Dahana. Sedangkan Haris Azhar ditemani Iskandar Sonhadji, Edwin Partogi, dan kakak Novel, Taufik Baswedan.

(nik/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads