Sebelumnya lorong 'jembatan' penghubung Gedung Nusantara I dan Nusantara II DPR sering dilewati anggota DPR yang baru mengikuti rapat Komisi I, III, VIII, Badan Anggaran (Banggar), dan paripurna. Biasanya, melalui lorong ini juga para pengunjung DPR termasuk tamu dan awak media memotong jalan menuju gedung Nusantara I DPR.
Lorong yang terletak di depan ruang rapat Badan Kehormatan DPR di Gedung Nusantara II DPR dan berujung di samping ruang rapat Komisi IX DPR ini kini tertutup untuk umum. Tak ada penjelasan yang bisa diterima menyangkut penutupan lorong ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini sebuah meja lengkap dengan kursi dan pasukan pengaman dalam (Pamdal) DPR yang berseragam biru muda dan tua tampak mengawasi setiap orang yang melangkah melalui lorong tersebut.
Pamdal yang berjaga di depan lorong 'misterius' ini pun tak juga salah karena mereka hanya menjalankan tugas. Bagaimanapun, mereka hanya melayani sang tuan, anggota DPR, yang mungkin mulai terusik ketenangannya.
"Saya nggak tahu juga, hanya perintah atasan. Selain anggota DPR dan karyawan nggak boleh lewat sini," ujarnya. Akibat penutupan lorong selebar 2 meter dengan panjang 15 meter ini, tamu terpaksa berjalan memutar bila hendak berpindah ke gedung lainnya.
Saat dikonfirmasi, Sekjen DPR Nining Indra Saleh belum bersedia menjelaskan alasannya. Selama ini Sekjen DPR Nining Indra Saleh menyerukan keterbukaan di DPR. Kini website dpr.go.id juga menawarkan keterbukaan kepada masyarakat.
Lalu siapa pemesan lorong misterius ini? "Waduh saya nggak ngerti tuh, kok ada lorong khusus anggota DPR segala," ujar Wakil Ketua Komisi VIII DPR Jazuli Juwaeni yang kerap melewati lorong tersebut.
(van/nrl)











































