Bom Kedubes Australia
Rozy Munir: Bom Mengganggu Pilpres Putaran Dua
Kamis, 09 Sep 2004 17:23 WIB
Jakarta - Ketua PBNU Rozy Munir mengatakan peledakan bom di Kedubes Australia dapat mengganggu pelaksaaan pilpres putaran ke dua. Untuk itu pemerintah harus mengusut tuntas para pelaku dan menjamin stabilitas politik pada saat pelaksanaan pilpres.Demikian disampaikan Rozy munir, yang juga anggota Panwaslu di kantor Panwaslu, Gedung ASPAC Jl HR Rasuna Said Kuningan, Kamis (9/9/2004). "Aparat Kepolisian dan keamanan harus bisa mencari pelakunya sampai tuntas, karena telah beberapa kali terjadi seperti ini. Apalagi masih dekat dengan pilpres putaran ke dua. Bisa saja ini akan mengganggu stabilitas politik," ujar Rozy.Rozy mengutuk dan mengecam kejadian ini sebagai tindakan biadab. "Setelah melihat kejadian bom ini secara langsung, karena memang dekat dengan kantor saya. Apalagi ketika melihat potongan tubuh manusia dan luka-luka yang demikian parah, termasuk adanya Kedubes Australia sebagai lambang negara telah rusak, maka peristiwa ini sangat biadab dan tidak berperikemanusiaan," tegasnya.Saat bom meledak, Rozy sedang menjalankan tugas sehari-hari sebagai anggota Panwaslu. Namun, kali ini Rozy beruntung tidak berada di dekat lokasi bom. Seperti ketika bom Marriott meledak, Rozy sedang makan siang bersama dengan koleganya dari Singapura. Karena dekat dengan lokasi bom meledak, saat itu Rozy mengalami luka di bagian kepala.
(dit/)











































