"Kita sudah ada standar pelayanan. Kalau diimunisasi DPT Combo I pasti dibekali dengan obat anti panas parasetamol. Panasnya paling sehari, setelahnya sudah turun," kata Clara saat dihubungi, Senin (8/10/2012).
Hal tersebut disampaikan Clara saat ditanya wartawan berkaitan dengan tewasnya Marcelo yang diduga akibat suntikan imunisasi jenis DPT Combo I pada tanggal 27 September 2012 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari bayi pertama lahir diberikan Hepatitis nol, setelah satu bulan diberikan BCG, dua bulan diberikan DPT Combo I, 3 bulan DPT combo 2, dan 9 bulan imunisasi campak," ujar Clara.
Clara turut prihatin terhadap meninggal dunianya Marcelo. Ia masih menunggu hasil autopsi dari RSCM untuk mengetahui penyebab kematian batita itu.
Menurut dia, kasus Marcelo tidak memberikan dampak terhadap pelayanan imunisasi di Puskesmas Tanjung Priok, Jakarta Utara.
"Setelah adanya kasus ini, masih banyak orang tua yang membawa bayinya untuk diimunisasi karena sejauh ini tidak ada dampaknya. Jadwalnya memang setiap hari Kamis dan pasiennya bisa mencapai 70 orang. Kasus ini belum pernah terjadi dan baru kali ini di Puskesmas Tanjung Priok. Mudah-mudahan ke depan tidak ada kasus ini lagi," papar Clara.
(vid/aan)










































