Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara turun tangan memeriksa tim dokter yang memberikan pelayanan imunisasi terhadap mendiang Marcelo Axle (2). Hasilnya, pelayanan imunisasi sesuai standar dan tidak ada kelalaian.
"Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap semua dokter dan tim kesehatan Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok. Semuanya sudah sesuai dengan standar pelayanan yang diberikan. Setelah kita cek, tak ada kelalaian. Namun untuk memastikan hal itu tengah dilakukan autopsi," kata Kasudin Kesehatan Jakarta Utara, Bambang Suheri, saat dikonfirmasi, Senin (8/10/2012).
Bambang enggan berspekulasi seputar sebab musabab kematian Marcelo yang diduga akibat suntikan imunisasi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, hasil autopsi belum keluar.
"Kita juga masih menunggu hasil dari Polres Tanjung Priok karena masih penyidikan. Kalau mau, silakan konfirmasi ke Polres," kata Bambang.
Dalam kesempatan terpisah, Kasatreskrim Polres Jakarta Utara AKBP Didi H mengaku belum menerima hasil autopsi RSCM.
"Perkembangannya kita tunggu hasil autopsi, silakan tanya langsung ke RSCM," ujar Didi.
Putra pasangan Hendra Wakim (23) dan Stefi Anastasia (19) sebelumnya diduga tewas setelah diimunisasi jenis DPT Combo I. Marcelo mengalami panas tinggi dan demam hingga akhirnya meninggal dunia.
(aan/nrl)











































