Putra pasangan Hendra Wakim (23) dan Stefi Anastasia (19) sebelumnya menerima suntikan imunisasi jenis DPT Combo I di Puskesmas Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis 27 September 2012.
"Sebelum diimunisasi Marcelo masih sehat. Tetapi setelah diimunisasi, dia nangis terus karena paha kanannya bengkak. Sorenya, badannya sudah panas tinggi dan demam," kata ibunda Marcelo, Stefi, saat ditemui di rumahnya di Jalan Enim II No 64/118 RT 004 RW 003 Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (8/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat suami saya pulang bekerja dan ingin menggeser dengan menggendong Marcelo, itu badannya sudah dingin dan kaku. Sekitar pukul 24.00 WIB, lubang hidung sebelah kanan anak saya mengeluarkan darah dan busa yang kental. Saya tekan dadanya malah keluar darah banyak di kedua lubang hidungnya," ujar Stefi.
Stefi mengatakan Marcelo lalu dilarikan ke rumah sakit Santo Joseph di Jalan Ganggeng, Sungai Bambu, Tanjung Priok untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Pihak rumah sakit, kata Stefi, menyatakan Marcelo telah meninggal dan enggan menyebutkan penyebabnya.
"Sepanjang jalan ke rumah sakit, suami saya gendong anak saya dan badannya sudah tidak bergerak. Keluarga kami heran karena anak saya sehat kok bisa begini," ujar Stefi.
Pasutri ini akhirnya memutuskan untuk melaporkan kematian putra mereka ke Polres Jakarta Utara.
Jenazah Marcelo dibawa ke RSCM untuk diautopsi. "Ya kami tetap tunggu hasilnya sampai mereka memberikan hasil autopsi ke kita. Kasusnya juga sudah ditangani Polres Jakarta Utara, kita tunggu saja hasilnya dari mereka," imbuh Marlin, bibi Marcelo, di lokasi yang sama.
(aan/nrl)










































