"Pimpinan KPK Abraham Samad dan Bambang Widjojanto bertemu Kapolri dilakukan di Setneg," kata Jubir KPK Johan Budi saat dikonfirmasi detikcom, Senin (8/10/2012).
Johan mengatakan pertemuan itu akan dilakukan oleh dua pihak saja antara pimpinan KPK dan Kapolri. Tidak ada pihak lain yang ikut terlibat.
"KPK dan Polri saja. Pertemuan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB," papar Johan.
Johan mengatakan ada dua hal yang akan dibahas dalam pembicaraan ini. "Pertama, soal penanganan kasus (simulator SIM) di Korlantas. Kan ada 3 orang yang dijadikan tersangka baik oleh KPK maupun Polri. Kedua, tentu soal tuduhan yang dialamatkan ke Novel," terang Johan.
Johan menyatakan, poin kedua sangat penting untuk diklarifikasi sebab KPK menganggap Novel memiliki peran penting sebagai penyidik. Di lain pihak, Polri merasa perlu menuntaskan sangkaan atas penganiayaan yang dilakukan Novel.
Johan berharap pertemuan tersebut menghasilkan solusi. Sebab, menurutnya situasi beberapa hari ini mengganggu kinerja KPK, terutama terkait penyidikan kasus.
"Gangguannya ya karena energi yang seharusnya untuk mengusut kasus, menjadi terbagi. Meski demikian, penyidikan jalan terus," ungkapnya.
Pertemuan KPK-Polri merupakan salah satu 'keputusan' penting setelah KPK bertemu dengan Menko Polhukam Djoko Suyanto, Minggu (7/10/2012) siang. Selain mengimbau perlunya pertemuan KPK-Polri, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Djoko Suyanto mengklarifikasi isu-isu liar seputar tudingan tidak adanya tindakan nyata pemerintah dalam menangani memanasnya hubungan KPK-Polri.
(/ndr)











































