"Pertama soal penanganan kasus (simulator SIM) di Korlantas. Kan ada 3 orang yang dijadikan tersangka baik oleh KPK maupun Polri. Kedua tentu soal tuduhan yang dialamatkan ke Novel," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP dalam jumpa pers di kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Minggu (7/10/2012) malam.
Johan menyatakan, poin kedua sangat penting untuk diklarifikasi sebab KPK menganggap Novel memiliki peran penting sebagai penyidik. Di lain pihak, Polri merasa perlu menuntaskan sangkaan atas penganiayaan yang dilakukan Novel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Johan berharap pertemuan tersebut menghasilkan solusi. Sebab, menurutnya situasi beberapa hari ini mengganggu kinerja KPK, terutama terkait penyidikan kasus.
"Gangguannya ya karena energi yang seharusnya untuk mengusut kasus, menjadi terbagi. Meski demikian, penyidikan jalan terus," ungkapnya.
Pertemuan KPK-Polri merupakan salah satu 'keputusan' penting setelah KPK bertemu dengan Menko Polhukkam Djoko Suyanto, Minggu (7/10/2012) malam. Selain mengimbau perlunya pertemuan KPK-Polri, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Djoko Suyanto mengklarifikasi isu-isu liar seputar tudingan tidak adanya tindakan nyata pemerintah dalam menangani memanasnya hubungan KPK-Polri.
(ahy/trw)











































