Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengakui, Novel menempati posisi sentral di penyidikan. Selain ketua tim penyidik kasus simulator SIM yang melibatkan mantan Kakorlantas Polri, Irjen Djoko Susilo, Novel juga menangani beberapa kasus penting.
"Novel itu simbol, penyidik kami. Bagaimana pun dia penting," kata Johan dalam jumpa pers di kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Minggu (7/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Novel dijadikan tersangka, tapi sejak kasus itu, belum ada surat panggilan kepadanya," ungkapnya.
Mengenai informasi di sosial media dan jejaring sosial bahwa ada pergerakan untuk menangkap Novel malam ini, Johan membantahnya. Sejauh ini, Novel aman. Informasi adanya pergerakan dari pihak manapun, tidak terbukti.
"Saya tidak tahuitu info dari mana. Yang jelas, sampai saat ini, (info) itu tidak benar," katanya.
Novel hendak ditangkap Polda Bengkulu pada Jumat (5/10/2012) lalu. Direksrimum Polda Bengkulu Kombes Dedy Irianto didampingi sejumlah perwira dan Polda Metro Jaya mendatangi KPK dengan membawa surat penangkapan dan penggeledahan. Tindakan itu membuat suasana memanas, hubungan KPK-Polri saling berseberangan.
(try/ahy)











































