Anggota Kompolnas Pertanyakan Etika Polri Geruduk KPK

Anggota Kompolnas Pertanyakan Etika Polri Geruduk KPK

Danu Mahardika - detikNews
Minggu, 07 Okt 2012 12:29 WIB
Anggota Kompolnas Pertanyakan Etika Polri Geruduk KPK
Jakarta - Tak cuma pegiat antikorupsi yang mengecam tindakan Provost dan perwira Polri yang mendatangi gedung KPK untuk menangkap Kompol Novel Baswedan pada Jumat (5/10) malam. Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Prof Adrianus Eliasta Meliala juga tidak sepakat.

"Masalah utama ada pada etika," katanya kepada detikcom, Minggu (7/10/2012).

Akademisi UI ini mengatakan jika Polri beretika, maka penangkapan yang dilakukan bisa dengan cara yang tidak menimbulkan hal yang kontroversial. Penangkapan Jumat malam lalu justru membuat polemik KPK dan Polri semakin memburuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagi saya, masalah utama ada pada etika saja karena polisi sebenarnya punya banyak cara untuk menangkap. Kan tidak harus malam hari. Etika Polri juga bisa dipertanyakan jika Polri c.q Reskrim Polda Bengkulu tidak tahu atau tidak mau tahu betapa sensitifnya hubungan Polri dan KPK sekarang. Tidak diberitahukannya Kapolri atau Wakapolri, jika itu benar, adalah indikasi penyidik tidak sensitif. Kalau Polri beretika, tentunya akan lebih memilih cara atau saat lain yang kurang mengundang kontroversi yang tidak perlu," ujar Adrianus.

"Masalahnya, jangan-jangan ini bukan soal etika. Dengan kata lain, kedatangan Polri untuk mengambil Novel malam-malam memang disengaja, dan memang berkaitan dengan ultimatum Wakapolri perihal beberapa penyidik Polri yang tidak kunjung melapor balik. Kalau itu yang terjadi, ya saya semakin menyayangkan," sambung Adrianus.

(slm/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini