Menkum Imbau Polri Lebih Cerdas & Bijak Soal Kompol Novel

Menkum Imbau Polri Lebih Cerdas & Bijak Soal Kompol Novel

Indra Subagja - detikNews
Sabtu, 06 Okt 2012 09:17 WIB
Menkum Imbau Polri Lebih Cerdas & Bijak Soal Kompol Novel
Jakarta - Menkum Amir Syamsuddin berharap Polri bisa bertindak arif soal penangkapan atas Kompol Novel Baswedan yang juga penyidik KPK. Polri harus melihat kondisi masyarakat, jangan asal main tangkap.

"Dalam suasana kebatinan masyarakat yang sedang amat galau seperti sekarang ini, sebaiknya lebih bijak dan cerdas dalam mengambil keputusan apalagi tindakan," kata Amir saat berbincang dengan Sabtu (6/10/2012).

Amir menilai, Polri harus lebih matang dalam mengambil langkah. Walau, mungkin saja apa yang dijadikan dasar polisi menangkap Novel bisa saja benar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Walaupun alasan yang dikemukakan boleh jadi benar, tetapi timing atau waktu yang dipilih tidak tepat," tegas Amir.

Sebelumnya, menurut juru bicara Presiden SBY Julian A Pasha, kepada detikcom, Sabtu (6/10/2012). Menurut Julian, SBY sendiri sudah memerintahkan kepada menteri terkait, dalam hal ini Menko Polhukam untuk segera mengambil langkah-langkah strategis menyikapi persoalan ini.

Seperti yang diketahui, sejak pukul 18.00 WIB kemarin, belasan polisi dari Polda Bengkulu mendatangi Gedung KPK. Targetnya cuma satu, menangkap penyidik KPK, Kompol Novel Baswedan untuk dijerat kasus penganiayaan berat di tahun 2004.

Menurut versi KPK, kasus itu sendiri sebenarnya sudah dianggap selesai oleh polisi. Novel saat itu sudah dihadapkan dalam sidang kode etik polisi dan dinyatakan bersalah. Namun saat itu, Novel sebenarnya tidak bersalah. Novel justru menanggung kesalahan anak buahnya.

Novel akhirnya tidak jadi dibawa polisi. Pimpinan KPK pun tegas-tegas sudah menyatakan pasang badan untuk membantu Novel. Sedang Polri yakin kalau Novel bersalah melakukan dugaan pidana pada 2004 lalu atas kasus penembakan pada tersangka kasus pencurian sarang burung walet.

(ndr/mok)


Berita Terkait