Dua orang jamaah tertinggal rombongan dari Madinah menuju Mekkah adalah Tengku Jemat bin Mat Sanem asal Kloter Banda Atjeh (BTJ 6) dan Rojali bin Musa asal Kampar Riau embarkasi Batam (BTH 7).
Tengku Jemat seharusnya berangkat menuju Makkah pada hari Jumat pagi pukul 07.00 WAS. Namun seusai salat Subuh di Masjid Nabawi, dia kesasar dan tidak mengetahui jalan pulang menuju pemondokan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar pukul 09.00 WAS, Tengku Jemat ditemukan warga Madinah. Dia diantar langsung ke kantor Misi Haji Indonesia Madinah
Di Kantor Misi Haji Indonesia Madinah, Tengku Jumat didata dan dicocokkan identitasnya. Setelah diketahui tempat pemondokan, petugas pelayanan umum, Syamsul Arifin langsung mengantar menuju sektor 2. Namun ketika sampai di hotel, kamar dalam keadaan kosong dan koper miliknya sudah tidak ada. Tengku Jemat sendiri tidak membawa handphone untuk berkomunikasi dengan rombongannya.
Hal serupa juga dialami Rojali bin Musa warga Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Dia juga kesasar, saat di bawa menuju pemondokan oleh petugas, rombongan sudah berangkat menuju mekkah.
"Dua jamaah yang tertinggal menuju Mekkah akan diikutsertakan dalam rombnongan berikutnya yang masih satu daerah. Setelah sampai di Mekkah akan dikembalikan ke kloternya," kata Sekretaris Daker Madinah, Sofwan Abdul Djani di kantor Misi Haji Indonesia Madinah, Jumat (5/10/2012).
Menurut Sofwan sesuai protap, jamaah yang tertinggal harus ditunggu. Apabila ada yang tertinggal harus dilaporkan ke sektor dan daker untuk diproses pengembaliannya.
"Mereka sebenarnya sudah dicari, masing-masing sektor melalui pesawat komunikasi telah dilaporkan adanya jamaah yang tertinggal. Karena dicari hingga lama tidak ketemu akhirnya ditinggal. Jika ditunggu rombongan akan terlambat. Hari ini juga mereka diberangkatkan menuju Makkah," pungkas Sofwan.
(bgk/mok)











































