![]()
Dana transfer ke daerah tidak direncanakan dengan baik. Akibatnya, banyak persoalan daerah diselesaikan sama rata padahal memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Demikian disampaikan pengamat ekonomi Hendri Saparini dalam diskusi di DPD RI, Jumat (5/10).
Menurut Hendri, yang harus diperhatikan dalam anggaran transfer daerah adalah strateginya. "Bukan alokasinya," kata Hendri kepada jurnalparlemen.com, seusai diskusi.
Strategi itu menyangkut kelebihan dan kekurangan daerah. Misalnya, untuk daerah pertanian yang miskin, harus dicari masalahnya mengapa jadi miskin. "Jadi jangan membuat kebijakan yang memberangus ekonomi rakyat," katanya.
Akhirnya, lanjut Hendri, Dana Alokasi Khusus (DAK) jadi jelas peruntukannya. Sebab dibagi tanpa indikator dan kriteria jelas. Padahal, kata Hendri, presiden sering bilang bahwa anggaran yang sudah ke daerah mencapai Rp 1.100 triliun. Kemudian untuk mengentaskan kemiskinan sudah Rp 69 triliun. "Hanya dilihat alokasinya saja," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































