Pemeriksaan dilangsungkan di lantai 2, bangunan ruang serbaguna Kantor Kejati Kaltim di Jl Bung Tomo No 108 Samarinda. Kegiatan itu belakangan diketahui sudah berlangsung sejak 2 Oktober 2012 lalu.
Keterangan diperoleh detikcom, tim KPK menggunakan 2 mobil Toyota Innova sewaan KT 1359 BV berwarna krim metalik serta KT 1684 MR berwarna abu-abu metalik. Pemeriksaan berlangsung sejak tanggal 2 Oktober 2012 hingga Sabtu (6/10/2012). Awalnya ada 8 orang penyidik, namun kini menjadi 5 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikcom, sekitar pukul 16.00 Wita seseorang terlihat keluar dari ruangan dan turun ke lantai 1. Berselang 15 menit kemudian, 2 orang kembali terlihat keluar ruangan dan meninggalkan kantor Kejati Kaltim. Sekitar pukul 16.50 WITA, 5 penyidik KPK bergegas meninggalkan kantor kejaksaan sambil membawa 1 kardus berisikan dokumen-dokumen.
Sederetan orang yang pernah dan masih menjabat di lingkungan Pemkot Samarinda dan sudah menjalani pemeriksaan tim KPK antara lain Zulfakar, mantan asisten I Sekkot Samarinda, Hamka Halex dan Abdullah.
Juru bicara KPK Johan Budi SP ketika dikonfirmasi detikcom terkait hal itu, membenarkan pemeriksaan yang berlangsung di Samarinda. Meski begitu, saat ditanya apakah pemeriksaan tersebut terkait dugaan korupsi pengadaan bank tanah, dia belum bisa memastikan secara detil duduk kasus yang sedang ditangani.
"Yang bisa saya konfirmasi adalah memang benar ada penyelidikan di Samarinda. Itu meminta keterangan. Detail kasusnya saya belum tahu persis," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, ketika dihubungi detikcom,
Johan Budi juga membenarkan, tim KPK yang berada di Samarinda, menggunakan kantor Kejati Kaltim, untuk meminta keterangan. "Tim berada di Samarinda. Tapi bagaimana duduk kasusnya, saya belum tahu detail. Ya, memang dilakukan di kantor Kejati Kaltim," tutup Johan Budi.
(mad/mad)











































