Hari ini, Jumat (5/10), Tentara Nasional Indonesia (TNI) berulang tahun. Memasuki usia 67 tahun, menurut anggota Komisi I DPR Mahfudz Siddiq, kali ini TNI dihadapkan pada tiga agenda besar.
Pertama, memastikan modernisasi alutsista agar mencapai 'minimum essential force'. Upaya pencapaian tersebut akan memperkuat postur pertahanan yang mampu menjaga NKRI.
Kedua, peningkatan standar profesionalisme dan kesejahteraan prajurit TNI berikut sarana pendukungnya. Ketiga, menjadi motor dalam pengembangan dan pemberdayaan industri pertahanan nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita berharap di akhir renstra tahap III yaitu tahun 2025, Indonesia telah mampu meraih kemandirian alutsista," ujar Mahfudz Siddiq di Jakarta, Jumat (5/10).
Politisi PKS ini mengatakan, Komisi I yang ia gawangi mendukung penuh tiga agenda tersebut. Dukungan itu dibuktikan dengan pembentukan Panja Alutsista, Panja Kesejahteraan dan Sarpras TNI, serta pembuatan UU Industri Pertahanan.
Pemerintah sekarang sudah memberikan porsi perhatian lebih besar terhadap sektor pertahanan. Kebijakan politik ini mestinya tetap dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya. Dengan demikian, institusi TNI akan mampu menaikkan posisi dan peran Indonesia di kancah internasional. ;
"Kemajuan industri pertahanan nasional juga akan berkontribusi besar bagi penguatan ekonomi nasional. Dirgahayu TNI!" katanya.
(nwk/nwk)











































