"Merupakan komitmen pribadi saya, dan seluruh organisasi kami, bahwa kami memberikan prioritas tertinggi atas keselamatan hidup manusia di laut," kata Morits Skaugen, Chief Executive dari grup perusahaan Norwegia yang memegang kepemilikan atas Norgas, dalam rilis kepada detikcom, Jumat (5/10/2012).
Menurut Skaugen, pihaknya selama seminggu terakhir terus mengadakan pertemuan dengan pejabat pemerintahan Indonesia soal insiden kecelakaan tersebut. Rencana penyidikan soal penyebab kecelakaan itu diyakini bisa membuat jalur pelayaran di Indonesia lebih baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama 100 tahun terakhir, perusahaan Norwegia tersebut belum pernah mengalami insiden kecelakaan kapal yang fatal seperti di Selat Sunda. Mereka sangat terguncang dengan insiden yang menewaskan 7 orang tersebut.
"Jika memang ditemukan kesalahan di pihak kami, saya berjanji bahwa kami akan menerima kesalahan tersebut dan melakukan apa yang benar secara moral bagi keluarga korban," tegasnya.
Menurut otoritas Indonesia, KM Bahuga Jaya tenggelam setelah ditabrak kapal tanker Norgas Chantika di perairan Selat Sunda, hanya 10 km dari Bakauheni, Rabu (26/9) lalu.
Kementerian Perhubungan menyatakan 7 orang tewas dan 206 lainnya berhasil diselamatkan. Penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan masih terus dilakukan. Tiga awak Norgas Chantika ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Lampung.
(mad/nrl)










































