Berbagai cara dilakukan orang untuk mengekspresikan rasa cinta. Seorang anggota TNI di Solo berjalan kaki 24 non-stop untuk memberikan kado ulang tahun ke-67 untuk institusinya yang jatuh pada hari ini. Meskipun masih kelihatan tegar dan kuat hingga akhir acara, beberapa kali kaki sang prajurit harus diolesi dengan minyak urut karena mengalami kram.
Kopka Partika Subagyo Lelono, anggota Pom AD Surakarta, memang jago bikin sensasi. Pemegang rekor MURI untuk push-up 24 jam non stop ini sering membuat berbagai acara sensasional, terutama di hari peringatan HUT TNI. Dia pernah mandi air aki, minum minyak rem, cuci muka dengan air cabe, koprol ratusan meter di jalanan umum tanpa alat pelindung, dan masih banyak aksi berbahaya lainnya.
Kali ini dia bikin aksi jalan kaki 24 jam berjalan kaki tanpa henti. Aksi dimulai sejak Kamis kemarin pukul 10.00 WIB dan berakhir Jumat (5/10/2012) pukul 10.00 WIB. Dia melakukan aksi sendirian, namun menjelang akhir-akhir acara, ada sejumlah orang yang mengikuti aksinya ikut berjalan di belakangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Subagyo benar-benar tidak pernah berhenti selama sehari semalam itu, kecuali untuk urusan buang air kecil. Sedangkan untuk asupan makanan dan minuman dilakukan sembari jalan. Yang dia konsumsi hanya sayuran bayam dan air putih. Sambil jalan itu sesekali dia memanggul batu seukuran dua kali kepala orang dewasa. Alasannya untuk mengusir kantuk.
Meskipun Subagyo terkenal tangguh, namun untuk urusan jalan kaki 24 jam tanpa henti ini, tetap saja mengalami dampak. Sesekali kaki prajurit berusia 50 tahun tersebut mengalami kram dan harus diolesi dengan minyak urut untuk mengendorkan uratnya. Itupun juga dilakukan sembari jalan, meskipun harus agak diperlambat jalannya. Bahkan di akhir acara juga diketahui kaki Bagyo yang dibungkus sepatu sport itu mengalami lecet-lecet.
"Saya hanya ingin memberikan kado terbaik untuk TNI dan berpesan bahwa anggota TNI harus tetap tangguh. Panglima Besar Jendral Sudirman pernah menjalani perang gerilya dengan menempuh rute amat sulit selama berhari-hari dalam kondisi sakit dan bertahan hanya dengan satu paru-paru. Jika dibandingkan itu, aksi saya ini belum ada apa-apanya," ujar Subagyo kepada wartawan di akhir acara.
(mbr/trw)











































