Saat ini Masjid Nabawi sudah dipenuh puluhan ribu jamaah dari berbagai negara. Para jamaah lansia yang kesulitan berjalan atau tidak mampu berjalan cepat, terutama jamaah wanita disediakan mobil listrik atau mobil golf beratap putih untuk mengangkut menuju masjid. Ada pula para relawan yang mengenakan seragam warna cokelat muda dengan kain melingkar di leher seperti Pramuka Indonesia. Mereka siap mengantar jamaah dengan menggunakan kursi roda.
Sebagian besar relawan adalah pelajar dan mahasiswa dari Arab Saudi. Mereka bersiap di beberapa pintu masuk utama Masjid Nabawi. Mereka mendorong sebuah kursi roda untuk mengantar jamaah hingga pintu masuk terdekat. Bila ada jamaah yang sakit sebuah mobil ambulans juga telah standby di depan pintu utama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka bekerja sukarela. Ada yang membantu di luar masjid untuk mengantar jamaah yang tersesat atau mengantar menggunakan mobil dan kursi roda," kata Munthoha, seorang warga Pasuruan yang menjadi tenaga kebersihan di Masjid Nabawi.
Ada relawan yang bertugas di dalam masjid untuk mengatur dan mengawasi jamaah ketika hendak melaksanakan salat. Mereka berpakaian biasa dan dilengkapi dengan tanda pengenal.
"Semua layanan gratis. Di mobil juga terdapat tulisan 'free service' dalam Bahasa Inggris dan Arab. Mereka juga siap membantu jamaah dari manapun," kata Munthoha.
(bgk/trw)










































