"Sebabnya sebetulnya banyak. Pertama usia, kedua kualitas, ketiga perawatan. Ini bukan karena single factor," ujar Kahumas PT KAI, Sugeng Priyono, dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (5/10/2012).
Dia menjelaskan usia rel kereta api di Indonesia sudah puluhan tahun, tapi bukan berarti ini menjadi penyebab kecelakaan kereta. Kendati tua asalkan masih sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan maka akan tetap digunakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, rel yang sering dilewati KA maka life time-nya berkurang. "Keausan gompalnya rel, salah tiganya yang sudah saya sampaikan tadi," imbuh Sugeng.
Pada Kamis (4/10) kemarin, KRL 435 yang berangkat dari Bogor ke Jakarta anjlok di Stasiun Cilebut pada pukul 06.15 WIB. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini. Namun dampaknya perjalanan KRL ke tempat kerja di Jakarta terganggu. Butuh waktu lebih dari 8 jam untuk melakukan evakuasi.
(vit/nrl)











































