"Mereka (PT KAI) sudah berjanji menyediakan lahan baru, tetapi sampai sekarang surat penempatannya belum diterima," kata pengelola sekaligus pengajar di Sekolah Darurat Kartini, Sri Irianingsih, saat dihubungi, Kamis (4/10/2012).
Berdasarkan pertemuan tanggal 2 September 2012 lalu, PT KAI diketahui bersedia memberikan lahannya di lokasi lain dengan luas 7x18 meter persegi dekat lokasi sekolah tersebut digusur. Namun hingga hari ini tidak ada realisasi yang benar-benar dilakukan oleh PT KAI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rian menambahkan jika tidak ada realisasi sama sekali, maka sekolah akan dipindahkan ke lokasi lama di bawah kolong tol Wiyoto-Wiyono. "Bagaimana mungkin dapat lahan, mereka sendiri bilang kami ilegal. Toh, kalau memang tak diberikan lahannya, kita akan pindah ketempat yang lama saja," kata Rian.
Rian juga menyayangkan pembongkaran yang telah dilakukan PT KAI terhadap pemukiman warga sekitar sekolah. Hal ini menurut Rian seperti intimidasi terhadap para orang tua murid Sekolah Darurat Kartini.
"Murid-murid belakangan sudah mulai ketakutan, mereka setiap hari selalu bertanya, ibu kita besok masih sekolah kan?," ujar Rian.
(vid/van)










































