"Ya tentu akan lebih baik datang kalau dipanggil untuk pemeriksaan," kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, kepada detikcom, Jumat (5/10/2012).
Priyo berharap KPK tak sampai mengambil langkah tegas, karena Djoko proaktif memenuhi panggilan KPK."Kalau masalah pemanggilan paksa itu urusan KPK," katanya.
Sebelumnya Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto juga berharap Djoko memenuhi panggilan KPK. Kehadiran Joko tentu penting untuk kredibilitas Polri.
"Karena nanti kasihan, kredibilitasnya itu bukan hanya kredibilitas dia. Dia meletakan juga kredibilitas lembaga penegak hukum lainnya," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto usai tampil sebagai pembicara dalam Lokakarya Jurnalis Antikorupsi di Hotel Mesra Internasional, Jl Pahlawan, Samarinda, Kamis (4/10/2012) malam.
Menurut Bambang, kehadiran Djoko Susilo sangat diharapkan. Kehadiran Djoko Susilo akan mempertegas komitmen Polri dalam pemberantasan korupsi, dalam hal ini kasus Korlantas Polri. Sebaliknya, kalau Djoko Susilo mangkir maka bisa menimbulkan kritik masyarakat.
"Bukan hanya dia yang menerima sinyalemen macam-macam, tapi juga lembaganya. Dan sebaiknya itu tidak dilakukan olehnya," jelasnya.
Jumat (29/9) lalu, Irjen Pol Djoko Susilo tidak memenuhi panggilan KPK. Pada saat itu, tim kuasa hukum, Hotma Sitompul dan Juniver Girsang mendatangi KPK. Mereka menyampaikan surat berkaitan dengan ketidakhadiran mantan Kakorlantas itu.
Dalam surat tersebut, tim kuasa hukum mempertanyakan mengenai kewenangan untuk menyidik Irjen Djoko Susilo karena kasus ini ditangani bersamaan KPK dan Polri. Selain itu, mereka juga mempertanyakan tentang keabsahan penggeledahan yang dilakukan KPK di markas Korlantas beberapa waktu lalu.
(van/vid)











































