Modus penipuan yang dilakukan oleh dokter gadungan ini adalah dengan menelpon orang tua dan mengabarkan kalau anaknya sedang kecelakaan.
"Dia tahu nama anak saya, katanya anak saya gagar otak dan saya harus kirim uang Rp 9 juta untuk operasi," kata Kadek Suarni (43), kepada wartawan ditemui di RSUP Sanglah Denpasar, Kamis (4/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengetahui hal itu, korban lantas mencari dana dan segera menyerahkan kepada pelaku secara langsung.
"Ternyata pas saya cek ke bagian administrasi nama anak saya tidak ada, untung uang Rp 9 juta belum saya kirim ke nomor rekeningnya," imbuhnya.
Akhirnya Suarni menelepon anaknya dan ternyata anaknya dalam keadaan baik-baik saja dan tidak mengalami kecelakaan. Tidak berlangsung lama setelah itu warga lain bernama Nyoman Gede Astara menjadi korban serupa, dia terburu-buru menuju RS Sanglah untuk memastikan kondisi anaknya. Saat dicek ternyata nama anaknya tidak ada di sana dan kondisinya baik-baik saja.
Berdasarkan pantauan detikcom, hingga Kamis petang kemarin sedikitnya ada lima warga yang mengalami kejadian serupa. Kebanyakan korban ini datang ke RS Sanglah dalam kondisi histeris dan membawa sejumlah uang.
Pihak RSUP Sanglah yang dikofirmasi mengenai hal itu meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan modus tersebut. "Kami dari pihak rumah sakit tidak pernah membicarakan uang melalui telepon, jadi kalau ada yang minta uang dari telepon, itu bukan dari kami," jelas Kabag Humas RS Sanglah, Putu Putra Wisada.
(gds/van)











































