Desak Usut Korupsi, Eks Kacab Telkom Rantai Dirinya di Pagar Bareskrim

Desak Usut Korupsi, Eks Kacab Telkom Rantai Dirinya di Pagar Bareskrim

Andri Haryanto - detikNews
Kamis, 04 Okt 2012 18:11 WIB
Desak Usut Korupsi, Eks Kacab Telkom Rantai Dirinya di Pagar Bareskrim
Jakarta - Bekas Kepala Cabang PT Telkom Bantul, Yogyakarta, Arifin Wardiyanto, nekad merantai dirinya di pagar teras Gedung Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. Aksi yang tidak berlangsung lama itu dimaksudkan agar Polri mengusut dugaan korupsi yang ada di perusahaan yang membesarkannya dulu.

Mulanya, pria berbadan gemuk ini duduk-duduk saja di deretan anak tangga ruang Lobi di Gedung Bareskrim. Sesekali Arifin berjalan-jalan sekitar lobi. Namun tak lama, tiba-tiba dia berjalan menuju pagar setinggi 50 cm yang memagari taman di depan lobi, dan mengeluarkan sebuah rantai sepanjang 2 meter. Rantai itu lalu dililitkan ke lehernya dan pagar serta menguncinya dengan gembok.

Sontak saja aksi aneh yang dilakukan Arifin mengejutkan orang-orang yang lalu lalang di sekitar lokasi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mau ketemu Kabareskrim," teriak Arifin, di teras Gedung Bareskrim, Kamis (4/10/2012).

"Kalau tidak ada Kabareskrim, setingkat Kombes juga tidak apa-apa, minimal penyidiknya yang AKBP," teriaknya lagi sambil memegang lembaran kertas yang berisi tuntutan dugaan korupsi yang ditudingkannya kepada perusahaan telekomunikasi plat merah tersebut.

Aksi Arifin tidak berlangsung lama. Tiga orang petugas keamanan yang biasa berjaga di depan pintu gerbang utama Mabes Polri yang berjarak 30 meter dari lokasi aksi teatrikalnya menghampiri dan meminta Arifin melepaskan rantai yang mengikatnya itu.

"Kuncinya saya buang, tidak tahu di mana," katanya kepada dua petugas tersebut.

Polisi pun berupaya untuk melepaskan rantai yang melilit di lehernya. Namun upaya para polisi mendapat penolakan dari Arifin.

"Dibuka saja, nanti orang nyangka polisi yang beginiin (merantai) kamu," kata salah seorang petugas.

Seorang petugas polisi lalu mengambil gunting baja yang biasa digunakan untuk membuka rantai. Meski awalnya sang demonstran sempat berkata jika kunci tersebut hilang, rupanya kunci yang digunakan untuk menggembok rantai selipkannya di sela-sela pot bunga di teras Bareskrim. Aksi pun berakhir. Polisi lalu membawanya ke ruang Bareskrim Mabes Polri.

(rmd/nwk)


Berita Terkait