Massa menyegel kantor saat tak satu pun komisioner KPU berada di tempat. "Untuk apa kantornya dibuka, tetapi tidak satu pun yang datang. Lebih bagus kalau kantornya disegel," teriak koordinator aksi, Karman.
Massa mencari Ketua Pokja Pencalonan KPU, Eka Suaib dan anggota, Abdul Sahir, karena dianggap telah meloloskan pasangan Ali Mazi-Wuata Saranani sebagai calon gubernur dan wakil gubernur periode 2013-2018. Padahal Wuata Saranani merupakan salah satu bakal calon yang sudah maju dengan melalui jalur independen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah menyegel kantor KPU Sultra, massa bergerak menuju kantor DPRD Sultra. Di sana, mereka hanya ditemui staf humas, Asri, di luar pagar kantor dewan itu.
"Tidak ada anggota DPRD di kantor. Jadi kami tidak bisa memfasilitasi teman-teman untuk masuk dalam kantor," kata Asri.
Mendapat jawaban itu, massa kecewa. Kemudian mereka meninggalkan gedung wakil rakyat tersebut.
(trw/trw)











































