Para tokoh anti korupsi tiba di gedung KPK di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (4/10/2012) pukul 14.45 WIB. Mereka antara lain Ketua Dewan Pengurus Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Usman Hamid, pakar komunikasi politik Effendy Ghazali, anggota DPR FPKB Effendy Choirie, Romo Benny Susetyo, dan putri (alm) Abdurrahman Wahid, Anita Wahid. Mereka diterima langsung Ketua KPK, Abraham Samad.
"Petisi ini adalah dukungan untuk KPK dalam menangani berbagai kasus khususnya kasus simulator SIM Polri," kata Usman Hamid di Gedung KPK, Kamis (4/10/2012).
Menurut Usman, petisi berisi 6.000 tanda tangan tersebut akan dikirim juga ke email Presiden, Kejagung dan Kapolri. Petisi ini berisi desakan agar Polri segera menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada KPK.
"Pernyataan Jaksa Agung Basrief Arief yang menyatakan KPK berhak menyidik kasus ini sesuai UU sudah sangat tepat. Tinggal diwujudkan dalam tindakan yang nyata," kata Usman
Anita Wahid menambahkan keengganan Polri untuk menyerahkan kasus simulator SIM merupakan upaya menghalangi pemberantasan korupsi.
"Kepolisian tidak hanya menolak menyerahkan perkara korupsi simulator SIM, tapi menarik sejumlah penyidiknya dari KPK. Ini melemahkan KPK," ujar Anita.
(rmd/vit)











































