Peristiwa kereta anjlok sudah sering terjadi. Sedikitnya sudah ada 7 peristiwa kereta anjlok di Indonesia terjadi sepanjang Januari-Oktober 2012 ini. Berikut 7 peristiwa kereta anjlok dari arsip berita di detikcom:
|
|
KA Senja Utama Yogyakarta-Jakarta Anjlok di Bumiayu, Jawa Tengah
|
Foto: detikcom (Ilustrasi)
|
"Iya benar, itu kereta Senja Utama," kata petugas stasiun Bumiayu, Aat, kepada detikcom, Minggu (4/3) dinihari.
Menurut Aat, kereta itu anjlok sekitar pukul 21.30 WIB. Senja Utama Yogya merupakan kereta kelas bisnis yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan rute Stasiun Pasar Senen Jakarta-Stasiun Tugu Yogyakarta. Dinamakan Senja Utama Yogya karena kereta ini berangkat meninggalkan Jakarta ataupun Yogyakarta pada malam hari.
Kereta ini berhenti beberapa stasiun besar antara lain: Stasiun Jatinegara, Stasiun Cirebon, Stasiun Purwokerto, Stasiun Kroya, Stasiun Gombong, Stasiun Kebumen, Stasiun Kutoarjo, dan Stasiun Wates.
KA Pertamina Anjlok di Mojokerto, Jawa Timur
|
|
Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, lokomotif KA Pertamina bernomor CC 20117 jurusan Madiun-Surabaya ini mogok di perlintasan menikung wilayah Mojoanyar sekitar pukul 14.00 WIB.
"Tiba-tiba mogok di rel yang menikung ini," kata masinis KA Pertamina, Subadi kepada detiksurabaya.com di lokasi, Sabtu (31/03).
Karena mogok dan dipastikan menghambat perjalanan KA lainnya, lokomotif KA Sri Tanjung yang bernomor CC 20146 yang berada di Stasiun Tarik Sidoarjo, mencoba menarik KA Pertamina tersebut. Namun, karena laju lokomotif KA Sri Tanjung yang datang mengevakuasi terlalu kencang, tabrakan pun terjadi.
Akibat tabrakan antara dua lokomotif ini, Jatmoko, masinis KA Sri Tanjung jurusan Banyuwangi-Yogyakarta terluka di bagian kepala. Selain itu, 4 roda lokomotif Sri Tanjung dan gerbong kedua KA Pertamina ini juga mengalami anjlok.
Anjloknya dua kereta ini mengakibatkan perjalanan KA lainnya dari Surabaya ke Jakarta dan Bandung mengalami penundaan. Kereta yang tertunda yakni KA Gaya Baru Malam, Sancaka, Mutiara Selatan, Anggrek dan Bima.
KA Barang Anjlok di Jalan Jakarta, Surabaya, Jawa Timur
|
Foto: detikfoto
|
"Kejadiannya sekitar pukul 08.25 WIB," kata Ridwan kepada wartawan di lokasi, Minggu (29/4).
Kepala Stasiun Kalimas tersebut mengatakan, setiap pagi dan siang petugas Stasiun Kalimas selalu melakukan kegiatan langsir karena kereta barang hanya berangkat pada malam hari. Termasuk hari ini saat sebuah lokomotif langsir hendak melangsir 6 kereta barang.
Dari Stasiun Kalimas, keenam kereta bermuatan peti kemas itu didorong hingga ke ujung tempat perpindahan lajur (wesel) di Jalan Jakarta. Rangkaian kereta tersebut hendak dipindahkan spoor-nya dari spoor 4 ke spoor 9. Setelah itu, kereta ditarik kembali menuju Stasiun Kalimas.
Saat pindah spoor, 5 kereta bebas meluncur. Tetapi tidak bagi kereta terakhir atau kereta keenam. Saat melewati wesel, kereta tersebut keluar dari rel dan melintang.
Tentu saja loko dan ke lima rangkaian itu terhenti. Dan sialnya, rangkaian itu terhenti tepat di tengah perlintasan yang memotong jalan raya. Akibatnya, rangkaian menghalangi kendaraan yang hendak lewat. Tetapi itu tak berlangsung lama karena setelah sambungan pada kereta 6 diputus, rangkaian bisa kembali meneruskan perjalanan ke Stasiun Kalimas.
"Kereta itu anjlok 2 as. Penyebabnya karena wesel yang gerak," tambah Ridwan.
Karena di atas kereta masih ada peti kemasnya, kata Ridwan, maka peti kemas atau kontainer itu harus diangkat dulu untuk proses evakuasi.
"Peti kemas itu kan berat. Untuk memudahkan evakuasi, maka peti kemas itu harus diangkat. Anjloknya kereta ini tidak mengganggu jadwal karena kereta barang hanya berangkat pada malam hari," tandas Ridwan.
KA Sancaka Anjlok di Surabaya, Jawa Timur
|
|
Humas PT KA Daops VIII Surabaya, Sri Winarto, mengatakan bahwa KA Sancaka anjlok bukan di jalur vital. Karena itu hanya KA Gaya Baru saja yang mengalami keterlambatan sekitar satu jam.
Kereta jurusan Jakarta tersebut harusnya berangkat pukul 13.40 WIB dari Stasiun Gubeng. Sementara kereta lain dari stasiun Gubeng masih bisa melewati jalur lain menuju Stasiun Semut meski harus bergantian.
"Anjloknya bukan di jalur vital karena itu hanya KA Gaya Baru yang mengalami keterlambatan akibat bergantian masuk ke Stasiun Semut," ujar Winarto.
KA Komuter Ujicoba Anjlok di Malang, Jawa Timur
|
|
"Salah satu ban di gerbong kelima anjlok," tegas Kadishub Kota Malang M Yusuf.
Yusuf menambahkan, penyebab anjlok saat dilakukan uji coba rem, mendadak salah satu ban anjlok. "Waktu coba direm, langsung anjlok," urainya.
Sementara kejadian ini menyebabkan tiga kereta yakni KA Tawangalun tujuan Malang-Banyuwangi tertahan di Stasiun Lawang, KA Penataran tujuan Malang-Surabaya tertahan di Stasiun Blimbing dan KA Dhoho tujuan Surabaya-Kertosono tertahan di Stasiun Sukorejo, Pasuruan.
"Iya tiga KA harus tertahan akibat komuter mogok di antaranya Lawang- Singosari," kata Wakil Kepala Stasiun Besar Malang Nanang Eko Wahyudi ditemui di kantornya.
Menurut informasi yang diterima, komuter membawa empat rangkaian gerbong itu mogok akibat jalur di lokasi menanjak. "Karena jalur menanjak," tutur dia.
Komuter Lawang-Kepanjen sedang melakukan ujicoba menuju Stasiun Besar Malang dari Surabaya.
KA Pengangkut Batu Anlok di Wates, Kulonprogo, DIY
|
Foto: detikcom (Ilustrasi)
|
KA tersebut anjlok di Dusun Sebokarang, Desa Karangsari, Kecamatan Wates, Kamis (19/7/2012) siang. Lokasi kereta anjlok sekitar 1.700 meter dari Stasiun Wates.
"Tidak ada korban jiwa. Perjalanan kereta api hanya sedikit terhambat karena kereta harus antre dan berjalan pelan di sekitar lokasi," kata Humas Daop VI Yogyakarta, Eko Budiyanto.
Menurut Eko, kereta tersebut tengah membawa batu untuk pemadatan lintasan di wilayah barat sekitar Stasiun Wates. Kereta berjalan pelan dari Stasiun Wates sambil menumpahkan material batu split di kanan-kiri rel.
"Gerbong yang anjlok gerbong ke 9 dari 16 rangkaian. Penyebabnya, pegas penyangga gerbong bergeser dari tempatnya," katanya.
Untuk mempermudah evakuasi, lanjut dia, petugas langsung melepas rangkaian gerbong nomor 1 hingga 8 untuk dibawa ke stasiun terdekat di depannya. Gerbong yang anjlok kemudian diangkat untuk memudahkan evakuasi.
Setelah gerbong berhasil dipisahkan, petugas langsung mendongkrak gerbong yang anjlok dengan kereta bantuan dari dari Stasiun Tugu Yogyakarta.
"Meski di jalur ganda, kereta harus antre karena berada di tengah-tengah antara Stasiun Wates dan bekas Stasiun Kedundang. Keterlambatan masih dalam batas wajar dan sore ini sudah selesai," tutup Eko.
KRL Commuter Line Anjlok di Stasiun Cilebut, Bogor
|
|
"Kereta anjlok diduga karena rel gompal. Tidak ada korban," kata Senior Manajer Humas PT KAI, Mateta Rijalulhaq di Stasiun Cilebut, Bogor, Jawa Barat, Kamis (4/10/2012).
Akibat KRL anjlok ini, 2 gerbong kereta dan peron mengalami kerusakan. Sementara berdasarkan keterangan penumpang Benny Hidayat, gerbong ketiga mengalami kerusakan parah di bagian bawah karena menghantam peron.
"Karena naik ke atas posisinya saat menabrak peron," jelas Benny.
Dihubungi terpisah, Kepala Puskom Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S Ervan menjelaskan KRL sial itu adalah KRL 435 yang berangkat pukul 06.06 WIB di Stasiun Cilebut menuju Jakarta pada pukul 06.15 WIB. "Posisi kereta ketiga melintang dan kereta ke 4 anjlok 4 as," katanya.
Halaman 2 dari 9











































