"Secara pribadi saya melihat kemungkinan itu kecil. Karena kalau sabotase itu pasti dari kereta pagi sebelum
kereta itu jadi korban duluan, ini dua gerbong depan tidak," ujar Senior Manajer Humas PT KAI Daops I Jakarta Mateta Rijalulhaq di Stasiun Cilebut, Bogor, Jawa Barat, Kamis (4/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekali lagi kita serahkan kepada kepolsian. Saya tidak mau berandai-andai," imbuhnya.
Sementara itu saat ini sejumlah pejabat di lingkungan PT KAI meninjau langsung lokasi kejadian. Salah satunya adalah Kepala Penertiban Daops I PT KAI, Ahmad Sujadi.
Dikonfirmasi terpisah, PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), selaku operator kereta perpendingin udara ini, menolak berkomentar mengenai masalah anjloknya kereta tersebut.
Nomor telepon Corporate Secretary PT KAI Commuter Jabodetabek Makmur Syaheran yang dihubungi diangkat oleh
Manager Komunikasi Perusahaan PT KCJ Eva Chairunisa. Ia meminta detikcom langsung menanyakan masalah kecelakaan itu ke PT KAI.
"Memang Commuter Line operatornya, tapi kemudian rel, semua masinis itu PT KAI Daops I. Kita sama-sama punya tupoksi masing-masing," katanya kepada detikcom pukul 11.00 WIB.
Saat ditanya komentar Kemenhub mengenai adanya kejanggalan dari peristiwa anjloknya KRL itu, Eva menolak menjawabnya. "Tanya Pak Mateta (Kahumas PT KAI Daops I) saja," elaknya.
(/)










































