Endriartono memang baru saja muncul ke dunia politik nasional setelah lama vaccuum pasca pensiun dari jabatan Panglima TNI. Endriartono memilih berlabuh ke Partai NasDem sebagai tempat untuk menyalurkan ide-idenya.
Namun bagi Gerindra, kemunculan Endriartono dirasa tak mengkhawatirkan. Karena Gerindra yakin Prabowo sudah menyicil popularitas sejak menjadi cawapres untuk Megawati Soekarnoputri di Pilpres 2009 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun demikian Gerindra tak meremehkan kapasitas Endriartono. Sebagai mantan Panglima TNI tentu Endriartono punya cukup kapasitas untuk maju di Pilpres 2014.
"Ya kami melihatnya sebagai varian saja dari sebuah indahnya demokrasi. Beliau bagaimanapun pernah menjadi Panglima TNI dan seterusnya," papar Muzani.
Muzani menyebut kehadiran Endriartono ke pertemuan jenderal purnawirawan AKABRI 1970 semalam tidak serta merta berarti semua jenderal purnawirawan mendukung pencapresannya. Meskipun dalam acara yang dilengkapi dengan pesan politik Presiden SBY kepada purnawirawan jenderal tersebut Prabowo Subianto justru tidak diundang.
"Gerindra mensikapi banyaknya jenderal yang muncul ke politik sebagai suatu hal positif, karena rakyat makin banyak pilihan,"tegasnya.
(van/nwk)











































