Para purnawirawan jenderal TNI alumni AKABRI 1970 mengundang Presiden SBY sebagai alumni AKABRI tahun 1973 lewat 'operasi khusus'. Namun 'operasi khusus' agar SBY hadir dalam peluncuran buku karya Letjen (Purn) Agus Widjojo yang bertajuk "Mengawali Integrasi Mengusung Reformasi" ini tak menyentuh Prabowo Subianto.
Dalam acara yang digelar alumni AKABRI tahun 1970 ini sebenarnya juga dihadiri perwira yang angkatannya lebih muda. Seperti Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, yang lulus Akademi Angkatan Laut (AAL) pada tahun 1978. Hadir juga jenderal TNI yang lebih senior seperti Jenderal (Purn) Agum Gumelar yang berdasarkan data Wikipedia lulus Akmil tahun 1969.
Di awal acara, Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan memang juga menegaskan bahwa Presiden SBY dipanggil dalam acara silaturahim yang hangat tersebut sebagai alumni AKABRI 1973. Meskipun demikian Prabowo Subianto yang juga satu angkatan dengan SBY saat masuk AKABRI namun baru lulus pada tahun 1974 tidak diundang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah perwira TNI berpangkat jenderal pun hadir. Mereka antara lain Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dan istri, serta KSAL Laksamana Suparno. Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo tampak hadir dalam acara ini. Selain itu Ketua DPR Marzuki Alie juga hadir bersama sejumlah pengurus pusat Partai Demokrat.
Dalam sabutannya, Presiden SBY pun menyapa Luhut dengan candaan serupa. SBY mengaku hadir karena merasa perlu hormat kepada senior. SBY adalah alumni AKABRI 1973.
"Mengucapkan terima kasih sudah diundang. Benar sebagaimanaa yang sudah disampaikan kepada Bang Luhut, beberapa hari lalu melalui operasi khusus. Saya bilang kalau yang menyuruh kelompok komando nggak berani saya. Mereka ini yang mendidik, melatih dan menghukum saya, karena mereka ini senior saya," kata SBY disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Tak diundangnya Prabowo dalam acara ini tak membuat Partai Gerindra berkecil hati. Gerindra justru mengapresiasi pesan politik tersebut, dan meyakini Prabowo juga menghormati pesan politik SBY. Gerindra juga menampik tidak diundangnya Prabowo menunjukkan keretakan hubungan Prabowo dengan SBY dan para purnawirawan jenderal yang kini ada di sejumlah parpol.
Memang sejak pertemuan alumni AKABRI 1973 di Denpasar pada bulan Mei lalu isu Prabowo yang mengantongi dukungan jenderal-jenderal purnawirawan termasuk SBY terus menguat. Hal ini seiring dengan meningkatnya elektabilitas Prabowo di sejumlah survei pemilu 2014. Gerindra yakin sekali hingga saat ini jenderal-jenderal tersebut masih setia mendukung Prabowo.
"Sejak pertemuan Denpasar itu, menurut saya berdasarkan info yang diterima, nampaknya kawan-kawan Jenderal di internal ada kecenderungan mendukung beliau," kata Ketum Gerindra, Suhardi, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (3/10/2012).
Menurut Suhardi, kecenderungan para jenderal mendukung Prabowo dikarenakan Ketua Dewan Pembina Gerindra itu adalah capres berlatar belakang jenderal militer yang paling tinggi elektabilitasnya saat ini. Sedangkan para jenderal lain yang namanya sempat muncul, tak bisa menandingi popularitas Prabowo.
"Elektabilitas beliau yang jadi pertimbangan. Sebenarnya kan sudah berbulan-bulan beberapa nama lain dimunculkan, tapi tidak ada yang menandingi popularitas beliau," ujar Suhardi.
(van/vit)











































