Simon Sinagai, staf direktorat konservasi kawasan dan jenis ikan KKP menyampaikan, awalnya ada 48 paus yang terdampar. Lima ekor dari mereka kemudian berhasil ditarik ke laut.
"Namun satu ekor kembali ke darat, sehingga total jumlah terdampar 44 ekor," kata Simon kepada detikcom, Rabu (3/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut masyarakat setempat daging paus tersebut untuk dikonsumsi, dan hal ini juga merupakan sudah kebiasaan masyarakat," terangnya.
Usaha pemerintah daerah setempat dan tim dari KKP untuk mencegah paus-paus itu dikonsumsi, tak membuahkan hasil. Mereka kalah suara oleh warga yang memaksa paus untuk dipotong-potong.
"Sehingga rencana pemda untuk mengubur tubuh paus tersebut hari ini tidak jadi dilakukan," terangnya.
Ditambahkan Simon, Tim Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan, kementerian Kelautan dan Perikanan (KKJI-KKP) bersama Pemda Kabupaten Sabu telah mengambil sampel paus pilot tersebut seperti darah, daging bagian sirip, gigi, hati, empedu dan mengukur panjang dan lebar tubuh paus.
Diharapkan data dan sampel tersebut dapat diteliti di labotorium untuk mengetahui umur, genetik, penyakit yang kemungkinan dapat menjadi penyebab kematian paus.
"Sehingga kedepannya diharapkan kita telah mempunyai data-data paus yang pernah terdampar, hal ini juga sudah dilakukan pada paus sperm yang terdampar di Bekasi," paparnya.
Paus pilot tersebut terdampar sejak Selasa pagi kemarin. Mereka terdampar diduga karena pemimpinnya kehilangan arah. Insiden serupa juga pernah terjadi di Australia beberapa waktu lalu. Ada 100 paus pilot yang terdampar karena gelombang tinggi dan faktor pemimpin kelompok.
(edo/mad)










































