Truk Kontainer Hantam Mobil Antar Jemput Sekolah di Semarang

Truk Kontainer Hantam Mobil Antar Jemput Sekolah di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 03 Okt 2012 09:54 WIB
Truk Kontainer Hantam Mobil Antar Jemput Sekolah di Semarang
Foto: angling adhitya p/detikcom
Semarang - Satu unit truk kontainer besar berwarna putih menghantam mobil Daihatsu Gran Max milik Yayasan Pendidikan Nasima Semarang yang digunakan untuk antar jemput siswa taman kanak-kanak. Sebelum menabrak, truk sempat terguling dan terseret ke pinggir jalan.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Kernet truk, Suhendi (29) mengatakan, saat itu truk kontainer bernopol B 9500 JG yang dikendarai Saprol (29) melaju dengan kecepatan 30 km/jam dari arah barat. Namun saat melintasi tikungan di depan SLTP NU Hasanudin, Jl Walisongo truk tiba-tiba oleng ke kiri dan terguling.

"Kejadiannya cepat, saat nikung tiba-tiba ngglempang (terguling) aja. Entah karena sopir lelah, ngantuk atau gimana," kata Suhendi di lokasi kejadian, Rabu (3/10/2012).

"Ini dari Tanjung Priok (Jakarta) mau ke Pati," imbuhnya.

Setelah terguling, truk kontainer pengangkut ikan tersebut terseret dan bagian depannya menabrak mobil antar jemput yang kebetulan keluar dari gang kelurahan Tugurejo RW 1. Truk menghantam tepat bagian tengah Gran Max bernopol H 9382 RW.

"Langsung nabrak mobil di bagian tengah," jelas Suhendi.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Beruntung siswa yang biasanya menggunakan layanan antar jemput tidak sedang berada di dalam mobil. Kernet truk dan sopir Gran Max hanya mengalami luka ringan, sementara sopir truk mengalami beberapa luka dan harus dilarikan ke RS.

Setelah kecelakaan, pengendara truk maupun mobil keluar sendiri dari kendaraan masing-masing sebelum warga mulai mengerumuni lokasi. Posisi dua kendaraan yang mengalami kecelakaan tersebut saat ini masih menutupi akses jalan menuju kelurahan Tugurejo RW 1 dan RW 5.

"Tadi keluar lewat kaca depan yang pecah, lalu nyambung ke mobil dan keluar lewat pintu mobil," aku suhendi.

Kecelakaan sempat menimbulkan kepanikan warga dan pengguna jalan karena ketika truk terguling debu dan pasir mengepul menutupi lokasi sehingga jarak pandang terbatas. Sempat terjadi kemacetan karena banyaknya warga yang berkerumun di lokasi.

"Dengar suara gemuruh, waktu keluar rumah sudah tidak bisa lihat apa-apa. Debunya tebal," kata Taufik yang rumahnya hanya berjarak 15 meter dari lokasi.

(alg/trw)


Berita Terkait