Permasalahan bermula saat sejumlah anggota DPR ternyata belum terdaftar sidik jarinya. Sehingga saat memasuki ruang rapat paripurna, harus mendaftarkan terlebih dahulu sidik jarinya.
"Apaan ini," kata anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar, Yorrys Raweyai, sambil menggeser agak keras mesin finger print di depan ruang rapat paripurna DPR, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2012).
Yoris agak marah karena sudah 2 kali mencoba namun gagal terus me-register sidik jarinya ke mesin finger print.
"Ini sangat memalukan. Kita kayak pekerja dimana gitu, antre, absensi nggak berfungsi. Makanya saya marah," ungkap Yorrys saat dikonfirmasi terpisah.
Yorrys lantas mempertanyakan efektivitas penggunaan mesin absensi mahal tersebut. Namun apa daya, sistem absen ini dipasang untuk membuat jera anggota DPR pembolos.
"Kita ini kan buat Sekretariat Jenderal," protesnya.
(tor/van)











































