Dor! Pentolan Geng Motor di Pekanbaru Ditembak Polisi

Dor! Pentolan Geng Motor di Pekanbaru Ditembak Polisi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Selasa, 02 Okt 2012 14:51 WIB
Dor! Pentolan Geng Motor di Pekanbaru Ditembak Polisi
Pekanbaru - Polresta Pekanbaru terpaksa menembak ketua geng motor yang membacok korbannya. Saat ditangkap, ketua geng motor ini membawa pisau jenis komando.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Adang Ginanjar mengungkapkan hal itu kepada detikcom, Selasa (2/10/2012) di Pekanbaru. Menurut Kapolres, ketua geng motor itu bernama Nuriswen alis Wen yang selama ini seorang residivis.

"Saat ditangkap tim kita, tersangka melakukan perlawanan dengan mengeluarkan pisau komando. Langsung kita lumpuhkan dengan timah panas di kakinya," kata Adang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masih menurut Adang, tersangka selama ini juga terlihat kasus jambret. Dan baru hitungan beberapa bulan ini, tersangka baru keluar dari penjara. Tak cuma itu saja, ketau geng motor ini juga masuk dalam sindikat curanmor di Pekanbaru.

"Jadi ketua geng motor ini sengaja merekrut anggotanya para pelajar. Kita mengharapkan para orangtua untuk dapat membina anak-anaknya jangan sampai ikut terlibat dalam geng motor," kata Adang,

Ketua geng motor ini, kata Adang, merupkan pentolan yang menyuruh anggotanya untuk mengeroyok korbannya di lokasi Purna MTQ, di Jl Sudirman, pada akhir pekan lalu.

Korbannya adalah Febriandi (20) yang melintas di geng motor. Korban dikeroyok geng motor dan korban juga disabet dengan benda tajam. Korban mengalami lebih dari 20 bekas sabetan benda tajam.

"Ketua geng motor ini sangat brutal dan sudah meresahkan masyarakat. Korban lainnya juga masih ada seperti dianiaya dan dijambret HP dan dompetnya," kata Adang.

Masih menurut Adang, pihak kepolisian masih mendalami kasus pengeroyokan yang dilakukan geng motor tersebut.

"Tim masih mendalami kasus ini untuk mengungkap siapa saja anggota geng motor yang terlibat pengeroyoka tersebut," kata Adang.

Korban Febriandi saat ini terbaring di RSUD Arifin Ahmad, Pekanbaru. Korban masih mengalami trama berat. Setiap ada kerabat yang menjenguk, korban berteriak histeris dengan ketakutan.

(cha/mad)


Berita Terkait