"Capres alternatif itu semakin dimungkinkan kalo presidential threshold-nya meluas. Itu dapat memberikan hadirnya calon alternatif, kalau masih 20-30 persen maka kemungkinan besar yang dicalonkan adalah bukan calon yang dibayangkan oleh masyarakat," ujar Ketua Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2012).
Lebih jauh dia menyebutkan anggapan yang menyebutkan dengan turunnya PT akan muncul terlalu banyak capres adalah keliru.
Menurutnya dengan lebih terbukanya peluang partai memajukan capres akan semakin baik, mengingat kemajemukan masyarakat Indonesia sehingga diperlukan lebih banyak alternatif calon. Dia memperkirakan nantinya maksimal hanya ada 9 capres yang maju pada pilpres 2014.
"Jadi kalau hanya 3,5 persen capresnya tidak akan terlalu banyak, maksimal hanya sekitar 9 calon saja. Untuk Indonesia yang sangat besar itu tidak akan banyak," terang Hidayat.
Angka PT ini masih menjadi perdebatan alot dalam pembahasan UU Pemilu di DPR. Partai Golkar mengusulkan PT sebesar 20 persen. Pemikiran Golkar sama dengan PD dan PDIP. PD dan PDIP juga menolak wacana penghapusan presidential threshold. PD lebih cenderung angkat PT antara 15-20 persen.
(riz/rmd)











































