Gerakan Nasional untuk Indonesia Putih Dideklarasikan
Rabu, 08 Sep 2004 17:32 WIB
Jakarta - Setelah ramai pernyataan dukung mendukung pasangan calon, kini dideklarasikan Gerakan Nasional untuk Indonesia Putih. Gerakan ini dideklarasikan oleh Relawan Nasional Amien-Siswono dan Jaringan Aktivis Akar Rumput PKS.Gerakan Nasional untuk Indonesia Putih ini dideklarasikan di Tee Box Cafe, Jl. Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (8/9/2004) pukul 15.30 WIB. Relawan Nasional Wiranto Wahid juga diajak bergabung dalam gerakan ini namun tidak memberikan konfirmasi sampai terakhir dihubungi.Deklarasi dibacakan oleh Koordinator Relawan Amien-Siswono Imran Hanafi. Ada enam sikap yang disampaikan, yakni, pertama mendeklarasikan Indonesia Putih pada pemilu presiden putaran kedua. Kedua mengimbau kepada seluruh relawan Amien-Siswono dan masyarakat akar rumput PKS agar memakai pertimbangan nurani dan ilmu dalam pemilihan presiden putaran kedua, dan bukan karena pengaruh elit atau iming-iming uang.Ketiga, mengharapkan KPU melaksanakan pemilu presiden secara fair dan terbuka. Keempat, mengharapkan birokasi, aparat pertahanan dan aparat keamanan untuk tidak terseret atau diseret dalam pemilu presiden.Kelima, mengharapkan kedua kandidat jika terpilih untuk mendorong terciptanya supremasi sipil dan masyarakat sipil. Keenam, mengharapkan kandidat terpilih untuk mendorong terciptanya perubahan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, politik, dan pertahanan keamanan.Latar belakang deklarasi gerakan ini, menurut Imran, karena muncul banyak pertanyaan dari arus bawah tentang siapa yang harus dipilih dalam pemilu presiden putaran kedua.Ketika ditanya apakah gerakan ini untuk mengajak rakyat bersikap golput dengan memakai istilah Indonesia Putih, Imran membantahnya. Menurut Imran, itu tidak mungkin melakukan itu karena mengajak golput bisa terkena ancaman pidana."Kita ingin kalau teman-teman memilih salah satu pasangan capres, harus berdasarkan ilmu dan nuraninya. Mereka mesti tahu siapa dari di antara kedua pasangan yang akan dipilih. Kalau pun mereka tidak memilih itu pun kami hargai," katanya. Sementara koordinator akar rumput PKS, Setiawan, menyatakan gerakan ini merupakan gerakan moral karena elit partai hanya mementingkan keuntungan sesaat saja. "Sikap elit partai seperti ini sangat asing kami lihat," katanya.
(gtp/)











































