Penerjun Payung Terluka Saat di Latihan di Halim, Panglima TNI: Itu Risiko

Penerjun Payung Terluka Saat di Latihan di Halim, Panglima TNI: Itu Risiko

- detikNews
Senin, 01 Okt 2012 17:29 WIB
 Penerjun Payung Terluka Saat di Latihan di Halim, Panglima TNI: Itu Risiko
Jakarta - Tiga dari ratusan prajurit TNI gagal membuka payung utama saat menggelar latihan terjung payung di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur. Satu prajurit bahkan terluka. Apa tanggapan Panglima TNI soal insiden ini?

"Tentunya tiap latihan ada risiko," ujar Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono di Gedung Kemenhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (1/10/2012).

Menurut Agus, selalu ada risiko saat penerjung payung turun dari udara. Bila ada prosedur yang tidak dijalankan dengan benar atau ada kesalahan teknis, maka kemungkinan bahaya bisa selalu mengintai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Risiko itu kalau terjun mendarat nggak bener, kakinya patah itu risiko. Itu harus kita latih terus, sehingga bisa mengurangi sekecil mungkin," ucapnya.

Pagi tadi ratusan prajurit TNI menggelar latihan terjung payung di Lanud Halim Perdanakusumah untuk memperingati HUT ke-67 TNI yang jatuh 5 Oktober mendatang. Saat latihan ada tiga prajurit TNI yang payungnya tak terbuka. Namun mereka masih bisa mendarat dengan payung cadangan.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu beberapa pesawat Hercules terbang untuk membawa ratusan prajurit TNI yang sedang mengikuti gladi kotor HUT ke-67 TNI di Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur.

Dari tiga orang, ada salah satu prajurit yang terluka. Dikabarkan, prajurit itu mengalami patah tulang dan dirawat di RSPAD Gatot Subroto.

(mad/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini