Peristiwa perampokan ini terjadi pada Senin (1/10/2012), sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu anggota Staf Intelijen Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Serka Lis Mujiono, merasa curiga dengan adanya orang-orang yang berkumpul di depan rumahnya di Kampung Tanah Baru, Desa Pantai Makmur, Kecamatan Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi.
"(Dari dalam rumah) dia curiga karena di depan rumahnya ada lima orang yang tidak dikenal sedang duduk-duduk dan ada tiga sepeda motor yang standby," kata Kepala Dispen Kolinlamil, Letkol Maman Sulaeman, dalam rilisnya kepada detikcom, Senin (1/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ada suara mencurigakan dari bagian bawah rumahnya.
"Ia turun ke bawah sudah terdapat tujuh orang yang tidak dikenal dengan bersenjatakan parang dan celurit. Serka Mujiono kemudian membela diri dan mengeluarkan tembakan peringatan," jelas Maman.
Namun para perampok itu malah menyerang Mujiono dengan golok. Karena terdesak, Mujiono mengarahkan tembakan ke salah seorang perampok tersebut. Akibatnya MSP (21), salah seorang perampok, roboh akibat terkena tembakan di bagian lehernya.
"Melihat temannya kena tembak, keenam orang perampok lainnya melarikan diri," imbuh Maman.
Setelah situasi aman, istri Mujiono kemudian melaporkan kasus percobaan perampokan ini ke Polsek Taruma Jaya. Saat ini kasus percobaan perampokan ini ditangani oleh Polsek Taruma Jaya Bekasi. Sedangkan MSP yang kena tembak di bagian leher, telah sadar dan sedang dimintai keterangan oleh polisi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Sedangkan pelaku perampokan lainnya masih dalam pengejaran.
"Serka Muji beserta istri saat ini sedang dimintai keterangan di Polsek Taruma Jaya," ucap Maman.
(nal/vta)










































