Jusuf Kalla Jadi Tamu Kehormatan di Kongres Club of Rome

Laporan dari Rumania

Jusuf Kalla Jadi Tamu Kehormatan di Kongres Club of Rome

- detikNews
Senin, 01 Okt 2012 14:18 WIB
JK berdialog dengan perwakilan Club of Rome (dok JK/detikcom)
Bucharest - Wakil Presiden 2004-2009 Muhammad Jusuf Kalla, menjadi tamu kehormatan dalam acara kongres tahunan Club Of Rome di Bucharest Rumania. Acara berlangsung dua hari, mulai hari ini, Senin (1/10/2012) hingga esok.

Sebagaimana yang disampaikan Egy Massadiah, staf khusus JK yang turut serta ke Bucharest, kedatangan Jusuf Kalla dalam forum bergengsi adalah untuk berbagi saran dan pemikiran JK mengenai pembangunan global di masa depan. Turut serta dalam rombongan antara lain Prof Dr Emil Salim, Iskandar Mandji (mantan DPR RI), G Iskandar Sukma Alamsyah (ketua PMI Kalsel), Laura Munaba, Wijayanto (Wakil Rektor Universitas Paramadina) dan Egy Massadiah.

Dalam konferensi di Bucharest tersebut, JK mengingatkan kebudayaan besar dunia seperti Sumeria, Maya dan Inca musnah akibat kerusakan lingkungan. Hal tersebut tidak boleh terjadi lagi. "Krisis ekonomi global menunjukkan bahwa dalam era globalisasi ini, problem bisa menjalar ke seluruh dunia secara cepat," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Krisis juga mengajarkan betapa penting kerjasama antar negara untuk mengakhirinya. Dalam konteks lingkungan, dunia ibarat mangkuk besar. "Kita hanya bisa melestarikannya jika seluruh penduduk yang tinggal didalamnya turut menjaganya," tambahnya.

Terkait dengan kondisi Indonesia, JK menjelaskan, dalam satu dekade terakhir, ekonomi Indonesia telah tumbuh rata-rata sekitar 6 persen per-tahun. Bahkan tahun 2102 kemungkinan akan tumbuh sebesar 6,5 persen disaat ekonomi global mengalami perlambatan. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah
pertumbuhan tersebut akan berkelanjutan.

"Indonesia tidak bisa terus tumbuh dengan menggali lebih banyak batu-bara, memompa lebih banyak minyak dan gas, serta menanam lebih banyak kelapa sawit," kata mantan Wapres ini.

Club of Rome adalah lembaga pemikir global yang didirikan di Roma tahun 1968 dan fokus pada isu-isu besar dunia. Anggotanya meliputi pakar dari berbagai disiplin ilmu, pengusaha, politikus diplomat, dan para pemimpin dunia. Beberapa anggota aktif diantaranya: Mikhail Gorbachev, Ratu Beatrix dari Belanda, Fernando Henrique Cardoso, dan Javier Solana.

Club of Rome memandang Asia akan semakin memiliki peran strategis di masa mendatang. Dalam Konferensi di Bucharest, Rumania 1-2 Oktober 2012, Club of Rome menyatakan ketertarikannya untuk membuka kantor di dua negara kunci Asia, yaitu Indonesia dan China.

Beberapa hasil pemikiran Club of Rome telah menjadi landasan penting dan bahkan mengubah arah pemikiran global. Misalnya Limit to Growth yang diluncurkan tahun 1972, telah membuka mata dunia akan pentingnya menyelaraskan pembangunan dan pelestarian alam untuk menjamin kesinambungan peradaban. Pemikiran ini merupakan salah satu landasan tercetusnya Rio+20, serta The Inconvenient Truth karya Al-Gore.

Beberapa pemikiran besar lain diantaranya adalah "2052 - A Forecast for the Next Forty Years", "Bankrupting Nature", dan "The Blue Economy".


(mna/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads