Peringatan Tragedi Kemanusiaan Bom Bali 1 Oktober 2005 digelar oleh ISANA Dewata, sebuah Yayasan Istri Suami Anak dan Korban Bom Bali, di Kafe Nyoman, Jimbaran, Senin (1/10/2012)
Peringatan bom Bali ini dihadiri para korban dan keluarga korban bom Bali serta siswa-siswi dari beberapa sekolah, di antaranya SMP dan SMA Muhamadiyah 1 Denpasar. Hadir juga pengamat terorisme Nasir Abas, dan Rois Suriyah PBNU Masdar Farid Masudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berharap anak-anak akan tahu bagaimana caranya membentengi diri agar tidak terpengaruh oleh radikalisme. Menyuarakan perdamaian dan katakan tidak untuk teroris," kata Ketua Yayasan Isana Dewata Ni Luh Erniati.
Salah seorang anak korban bom Bali II membacakan puisi tentang ayanya yang menjadi korban. Wulan Sari Putri (8) telah ditinggalkan oleh ayahnya saat ia berusia satu tahun. Ayahnya seorang pelayan di Raja's Cafe, Kuta yang menjadi korban bom Bali II. "Kau hilang sebelum kata ayah terucap dariku," ujarnya.
Peringatan bom Bali dilanjutkan dengan tabur bunga di Pantai Jimbaran, melepaskan tujuh ekor burung dara, dan penandatangan seruan damai pada kain sepanjang 20 meter.
(gds/try)











































