detikcom menjajal menaiki kereta khusus ini dari Stasiun Depok Lama menuju Cikini pada Senin (1/10/2012). Kereta berangkat dari Depok Lama pukul 10.30 WIB dan tiba di Cikini pukul 11.35 WIB.
Tampilan kereta ini dari luar memang berbeda dengan KRL umumnya. Ada kesan cantik di kereta tersebut dari gambar bunga-bunga yang bertebaran di sekitar tulisan "Kereta Khusus Wanita'. Sedangkan di bagian depan lokomotif tertulis 'Kereta Wanita'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suara announcer di dalam kereta dalam bahasa Indonesia terdengar jelas. Penumpang pun tidak khawatir akan turun di stasiun yang salah.
Di setiap gerbong, 2 petugas pengawas khusus berdiri siaga di setiap pintu. Merekalah yang bertugas mengusir para pria yang nekat masuk ke kereta tersebut.
Marta (45), guru SD di Cikini menyambut baik adanya kereta khusus ini. Dia sehari-hari naik KRL dari Depok Lama dan turun di Cikini.
"Saya tahu ada rangkaian khusus wanita sejak 2 hari lalu dari spanduk. Jadi sekarang mau coba. Biasanya kan cuma gerbong 1 dan 8, ujung sama ujung yang khusus wanita. Kalau ini semuanya khusus wanita," ucapnya.
Indah, penumpang lain yang menumpang kereta itu juga senang karena terbebas dari berdesakannya penumpang di kereta. Apalagi dia lebih berpeluang mendapatkan tempat duduk di dalam kereta.
"Mengurangi kepadatan sih. Nggak harus berharap bapak-bapak mau kasih tempat duduknya lagi. Otomatis nyaman, karena padatnya berkurang, jadi AC-nya lebih berasa. Harga Rp 8 ribu nggak masalah," kata Indah.
Petugas penarik karcis, Frida, menegaskan petugas akan mengusir penumpang pria yang mencoba naik ke kereta khusus itu. Jika ada yang ngeyel akan masuk dan naik maka petugas akan memperingatkan baik-baik. Tapi jika tetap membandel,petugas khusus berseragam biru dan berhelm putih itu akan turun tangan.
"Ini kereta kedua (yang pertama pukul 06.55 dari Depok). Tadi pagi penuh, tapi lebih nyaman. Nggak kaya yang 2 gerbong itu (gerbong khusus perempuan yang ada di gerbong 1 dan 8 setiap rangkaian), petugas masih bisa jalan periksa karcis, nggak harus berdesakan dengan penumpang," terang Frida.
Menurut dia, sempat ada pria yang masuk ke kereta tersebut. Pria itu naik dari Stasiun Bogor, sesaat sebelum pintu kereta tertutup. Namun akhirnya pria itu diturunkan di Stasiun Cilebut untuk naik KRL lainnya.
Menurut Kepala Stasiun Depok Lama, Dwi, wacana KA khusus wanita ini digagas sejak peluncuran gerbong khusus wanita pada 2011 lalu. Nah, realisasinya 2012 ini.
"Jadi ada satu rangkaian khusus wanita, mulai hari ini dijalankan. Untuk penambahan saja," ujar Dwi.
(vit/nwk)











































