Ayah Amanda Yakin Pembunuhan Direncanakan
Rabu, 08 Sep 2004 11:41 WIB
Jakarta - Sapto Hartoyo (50) turut menghadiri rekonstruksi pembunuhan Amanda Devina (22), anak sulungnya, di rumah tersangka pelaku Ronald Johanes P.Aruan di Perum Jatijajar, Cimanggis, Depok, Rabu (8/9/2004).Sapto yang sejak terungkapnya kasus pembunuhan menghebohkan itu tampak tegar, mengawasi rekonstruksi dari kejauhan. Dia mengenakan pakaian serba hitam, berkacamata hitam dan mengenakan topi hitam bertuliskan Trans TV.Bersama dia adalah salah satu pengacaranya, Junaidi. "Saya datang untuk mendapatkan keadilan," akunya pada wartawan.Sapto berkeyakinan bahwa pembunuhan Amanda direncanakan oleh tersangka. Ada dua alasan, yaitu pada hari kejadian, korban ditelepon oleh tersangka untuk janjian bertemu. Kedua, janjian bertemu di depan kantor SCTV di Jl.Gatot Subroto, Jaksel. Tapi ujungnya, Amanda dan Ronald malah pergi ke rumah Ronald di Jatijajar, yang berbuntut pada pembunuhan mahasiswi 22 tahun itu."Berdasarkan petunjuk itu, itu adalah pembunuhan berencana," tegas Sapto.Ketika pembunuhan terjadi, Amanda hamil 4 bulan. Sapto menduga Ronald menghabisi putrinya untuk menghindari pertanggungjawaban.Polisi selama ini berpendapat bahwa Ronald tidak merencanakan pembunuhan itu dan mengenai tersangka dengan pasal 338 KUHP dan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Sedangkan pembunuhan berencana dikenai pasal 340 KHUP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.Ditanya tentang hasil tes DNA untuk mencocokkan siapa ayah yang dikandung oleh Amanda, pengacara Sapto, Junaidi menyatakan bahwa tes itu telah selesai. "Tapi hasilnya belum diketahui karena masih harus ada tes lanjutan," kata Junaidi tidak merinci lebih lanjut.
(nrl/)











































