Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyoroti penolakan partai-partai besar untuk menurunkan angka Presidential Threshold (PT) sebesar 20 persen. Dia curiga penolakan itu untuk menjegal langkah Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto nyapres.
"Kami mencurigai penolakan mereka itu untuk mengganjal capres tertentu. Kalau alasan menggunakan kekuatan atas nama UU, atas nama demokrasi, atas nama presidensial, itu akal-akalan saja. Pasti itu untuk mengganjal Pak Prabowo," kata Muzani kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena survei Prabowo tinggi partainya rendah, makanya disiasati," ujarnya.
Muzani menegaskan partainya akan berjuang untuk mendapatkan penurunan PT. Bukan hanya untuk memuluskan jalan Prabowo, tapi juga agar UU Pilpres bersesuaian dengan UUD 45. Sejumlah kader Gerindra juga mengajukan uji materi UU Pilpres ke MK.
"(PT yang sekarang) tidak sesuai dengan UUD pasal 6A yg isinya presiden dan wapres diajukan oleh parpol atau gabungan parpol. Kita akan berjuang dengan jalan demokrasi," pungkasnya.
(trq/van)











































