"Prabowo mulai grogi, ditundanya deklarasi pencapresan Prabowo karena dia mulai ragu-ragu. Jadi presiden itu nggak gampang, jenderal!" kata Wasekjen PD Ramadhan Pohan, kepada detikcom, Senin (1/10/2012).
Menurut Ramadhan, banyak faktor yang membuat Prabowo grogi. "Ditunda tanda grogi. Mulai ragu-ragu. Bisa saja mulai sangsi menghitung peluang diri,"katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dulu PT tinggi memang riil untuk hadang SBY. Nah yang ada sekarang ya penerusan saja. Untuk yang nyapres sekarang ya tidak perlu ada yang merasa diganjal menuju Pilpres 2014 segala," kata Ramadhan.
Jika mengikuti formula pemilu tahun 2009, Presidential Threshold yang diatur yakni parpol atau gabungan parpol yang memperoleh kursi 20 persen atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional. Syarat ini dirasakan cukup berat untuk Prabowo. Gerindra pun mengajukan uji materi terhadap UU Pilpres ke MK.
Selain itu, Ramadhan menambahkan, Prabowo juga cukup tergoyang dengan isu menunggangi popularitas Joko Widodo (Jokowi) yang menang di Pilgub DKI. Menurut Ramadhan, Prabowo memang harusnya mempercayakan kader lain untuk Pilpres 2014.
"Jokowi hanya salah satu aja, masih banyak faktor yang lain. Prabowo mestinya percaya diri saja. Kan masih banyak anak muda di sekitarnya, seperti Fadli Zon, Ahmad Muzani, Edi Prabowo, Ahok dan banyak lagi. Jangan terlalu Jokowi sentrislah," katanya.
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani sebelumnya menuturkan penundaan deklarasi pencapresan Prabowo Subianto pada bulan Oktober. Deklarasi Prabowo ditunda karena Gerindra sedang fokus menuntaskan verifikasi parpol peserta Pemilu 2014.
(van/nrl)











































