Laks Bantah Instruksikan BUMN jadi Donatur Kuis Mega

Laks Bantah Instruksikan BUMN jadi Donatur Kuis Mega

- detikNews
Rabu, 08 Sep 2004 11:29 WIB
Jakarta - Meski mendukung kuis "Indonesia Sukses" yang digagas Yayasan Investigasi, Mediasi dan Monitoring (IMM), Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi membantah telah mengarahkan sejumlah BUMN untuk menjadi donatur kuis berhadiah beasiswa pendidikan senilai Rp 14,1 miliar tersebut.Sumbangan yang diberikan sejumlah BUMN, dalam pandangan Laks, tak ubahnya sponsorship yang sering dilakukan BUMN untuk kegiatan-kegiatan pendidikan, seminar dan olahraga. Oleh karena itu, Laks menegaskan tidak akan memberikan sanksi apapun kepada BUMN-BUMN tersebut karena kuis itu tidak bersifat kampanye."Saya kira kenapa harus dikasih sanksi? Pertama, apa itu kampanye? KPU-lah yang menentukan, kan ada aturannya. Saya kira saya tidak ada (arahan), tapi memang selama itu program pendidikan atau olahraga, itu biasa," kata Laks sebelum mengikuti rapat dengar pendapat antara Pertamina, pemerintah dan Komisi VIII DPR, Rabu (8/9/2004).Laks kembali mempertanyakan kriteria kampanye dari kuis tersebut, seperti tudingan banyak pihak. Menurut dia, apa yang dilakukan Yayasan IMM merupakan inisiatif yang cukup baik, karena sekadar menjelaskan keberhasilan pemerintah kepada masyarakat. Alasannya, kalau pemerintah yang menyampaikan hal tersebut sudah dipastikan akan mendulang kritik."Kalau kemudian mereka cari sponsor seperti itu, ya biasa. Kita serahkan saja pada KPU. Tapi kalau melihat substansinya saya mendukung dan kalau saya harus memberi sanksi, itu hukumnya apa," tegas Laks yang juga menjabat komisaris utama Pertamina.Kemarin, Selasa (7/9/2004), Direktur Utama Pertamina Widya Purnama mengakui pihaknya ikut berpartisipasi menjadi donatur kuis tersebut dengan kontribusi sebesar Rp 1 miliar. Namun ia membantah Pertamina menjadi penyandang dana utama kuis berhadiah menggiurkan itu.Sebelumnya, sejumlah BUMN lain seperti Bank Mandiri dan Indosat juga mengakui telah memberi donasi kepada penyelenggara kuis "Indonesia Sukses". Namun hal itu diakui hanya sebagai sponsor, mengingat kuis tersebut membawa misi pendidikan. (ani/)


Berita Terkait